oleh

Gangguan Seksual pada Pria

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Gangguan seksual merupakan salah satu penyebab masalah dalam hubungan intim pada pasangan suami istri. Gangguan seksual dapat terjadi pada suami, istri, atau kedua pasangan.   

Seperti dimuat dalam WebMD, masalah seksual yang paling umum pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan hasrat seksual yang rendah. Penyebabnya dapat bermacam-macam mulai dari penyakit tertentu, kondisi fisik, dan psikis. 

Gangguan ejakulasi

Ada tiga jenis gangguan ejakulasi:

Ejakulasi dini yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi.
Ejakulasi terhambat saat ejakulasi lambat terjadi.
Ejakulasi retrograde terjadi ketika pada orgasme, ejakulasi berbalik kembali ke kandung kemih melalui uretra dan keluar dari ujung penis.

Penyebab ejakulasi dini

Merupakan bentuk disfungsi seksual yang paling umum pada pria. Penyebabnya seringkali akibat kegugupan akan kinerja seksual. Tapi penyebabnya seringkali tidak jelas.

Dalam beberapa kasus, ejakulasi dini dan ejakulasi terhambat disebabkan kurang ketertarikan pada pasangan, peristiwa traumatis masa lalu, dan faktor psikologis. Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa antidepresan, dapat memengaruhi ejakulasi, seperti halnya kerusakan saraf pada sumsum tulang belakang atau punggung.

Penyebab ejakulasi mundur

Ejakulasi retrograde sering terjadi pada pria dengan diabetes yang memiliki neuropati diabetik (kerusakan saraf). Hal ini akibat gangguan saraf di kandung kemih dan leher kandung kemih, sehingga ejakulasi mengalir ke belakang dan ke dalam kandung kemih. Penyebab lainnya adalah operasi pada leher kandung kemih atau prostat, atau setelah operasi perut tertentu.

Obat-obatan tertentu terutama untuk gangguan suasana hati dapat menyebabkan masalah ejakulasi. Pada kasus seperti ini umumnya tidak memerlukan perawatan kecuali jika menganggu kesuburan.

Disfungsi ereksi

Juga dikenal sebagai impotensi atau DE, disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi dalam hubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi meliputi:

Penyakit yang memengaruhi aliran darah, seperti atherosclerosis (pengerasan pembuluh darah).Gangguan saraf.
Faktor psikologis seperti stres, depresi, dan kecemasan kinerja (kegugupan tentang kemampuan Anda untuk melakukan hubungan seksual.
Cedera pada penis.
Penyakit kronis, obat-obatan tertentu, dan kondisi yang disebut penyakit Peyronie (jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Hasrat seksual rendah

Hasrat yang rendah atau hilangnya libido, adalah keinginan rendah atau tidak berminat pada aktivitas seksual.

Diagnosis

Selain menanyakan riwayat gejala, ada beberapa tes yang dapat memperlihatkan hal-hal yang memengaruhi kondisi seksual pria. Tes darah, penilaian pembuluh darah, uji sensorik dan tumor penis nokturnal dan pengujian untuk memantau ereksi alami.

Dari sini, dokter dapat merujuk Anda ke dokter lain. Termasuk ahli urologi, ahli endokrin, ahli saraf, terapis seks, dan penasihat lainnya.

Perawatan medis

Perawatan medis disesuaikan dengan masalah yang mendasarinya. Obat-obatan, hormon, terapi psikologis alat bantu mekanik, pendidikan, dan komunikasi atau campuran ini digunakan selama perawatan.

Dapatkah gangguan fungsi seksual disembuhkan?

Keberhasilan perawatan untuk gangguan seksual tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Prospek yang lebih baik pada disfungsi terkait dengan kondisi fisik yang dapat diobati atau reversibel. Disfungsi ringan terkait stres, rasa takut, atau kecemasan seringkali dapat diobati dengan konseling, pendidikan, dan komunikasi yang lebih baik antara pasangan.

Pencegahan gangguan seksual

Saat masalah seksual tidak dapat dicegah, menangani penyebab disfungsi yang mendasarinya membantu Anda lebih memahami dan mengatasi masalah ketika itu terjadi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi seksual yang baik antara lain:

Ikuti rencana perawatan medis.
Batasi atau berhenti minum alkohol.
Berhenti merokok.
Atasi masalah emosional atau psikologis seperti stres, depresi, dan kecemasan.

Kapan berkonsultasi dengan dokter terkait gangguan seksual?

Gangguan yang terjadi di waktu lampau untuk sementara tidak perlu dikhawatirkan. Tapi jika Anda secara konsisten mengalami masalah seksual, kunjungi dokter.

Tidak semua masalah seksual membutuhkan perhatian medis. Banyak masalah seksual sementara yang disebabkan oleh masalah medis atau stres dan kecemasan di area lain kehidupan mereka.

Masalah seksual yang berlangsung lebih dari beberapa minggu patut diperiksa pada layanan medis. Dari hasil pemeriksaan Anda dapat dirujuk ke spesialis lain, seperti psikoterapis, konselor pernikahan atau terapis seks.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of