oleh

Kamrussamad Ingkatkan Presiden

JAKARTA, Senayanews.com Indonesia telah positif menjadi negara yang terkena Pandemi COVID-19. Berdasarkan data sampai hari Selasa (17/2/20) pemerintah telah mengumumkan 172 kasus positif corona di Indonesia. Pro dan kontra terjadi di masyarakat tentang kebijakan lockdown.

Kamrussamad Anggota DPR RI Komisi XI mengingatkan Presiden Jokowi sebelum mengambil keputusan lockdown dan tentunya kebijakan itu akan mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia, terutama di Jakarta.

Baca juga : Solusi Untuk Selamatkan Ekonomi Indonesia ditengah krisis COVID-19

“Sejumlah wacana terus berkembang, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan pemerintah untuk segera lockdown. Pak Jokowi harus hati-hati mengambil kebijakan lockdown di Jakarta. Karena Itu bisa saja menjadi jebakan betmen sejumlah orang tanpa memperhitungkan secara mendalam dampaknya. Misalnya ribuan buruh harian yang bekerja di pelabuhan, terminal, pasar, bandara, mereka kerja hari ini untuk biaya hidup makan dan minum hari ini dan maksimal besok,” ucap Kamrussamad.

Kebijakan lockdown dinilai Kamrussamad akan membuat kelaparan masyarakat di daerah pemilihannya yaitu di DKI 3 (Jakarta utara, Jakarta barat dan kepulauan seribu).

“Jika mereka dilarang kerja selama 15 hari maka bisa dipastikan hari ketiga mereka sudah hutang di warung untuk kebutuhan makan. Dan jika warung tidak sanggup lagi maka mereka akan kelaparan,” tegas Kamrussamad yang juga politikus Partai Gerindra tersebut.

Baca juga : Ekonomi Bisa memburuk Karena Virus Covid-19

Kamrussamad juga mengingatkan dampak gejolak sosial jika kebijakan lockdown diterapkan.

“Ingat potensi gejolak sosial bisa muncul, karena bagi rakyat kecil mati kelaparan adalah hal konyol di negeri yang kaya ini. Jika meninggal karena sakit mungkin mereka bisa menerima karena takdir. Tapi kelaparan dan kemudian mati karena lockdown, rakyat tidak akan bisa terima,” ucapnya.

Ia turut menjelaskan alasan pemerintah perlu mempertimbangkan menolak atau melaksanakan lockdown. Dimana saat ini dinilai Kamrussamad Pemerintah DKI Jakarta tidak memiliki standart operation prosedure (SOP) dalam mendistribusi kebutuhan makan dan minum dengan sistem door to door sebanyak 3 kali setiap hari.

“Jika Selama 14 hari atau 2 minggu masa lockdown. Apakah Gubernur DKI Jakarta sanggup melayani 230 ribu penduduk di kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng. Apa sanggup melayani 85 ribuan warga di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing? Dan apa sanggup melayani penduduk 50 ribuan Kelurahan Tanjung Priok yang mayoritas pekerja harian dan pelaku sektor informal,” paparnya.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com –  Beban negara dan rakyat Indonesia, sudah sungguh sangat besar. Hal itu bisa dilihat melalui utang negara hingga Januari 2020 yang menembus  Rp 4.817,5 triliun. Beban utang itu yang akan diwariskan ke rakyat di masa depan,” kata anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad dalam keterangannya yang diterima Senayanews.com ,Rabu (25/3/20). […]